Business

Kamis, 09 Juli 2015

Cara Membuat Website | Struktur Direktori



Tidak usah panjang lebar tutorial php kali ini adalah cara membuat website sederhana lanjutan dari tutorial sebelumnya. Kalau kemarin kita membahas tentang merancang beberapa hal terkait pembuatan website seperti tujuan, fitur, database dari website yang berjudul cara membuat website bagian perancangan dan sekarang kita akan membahas tentang struktur direktori atau pemfolder dalam pembuatan website.

. Yang intinya struktur direktori ini tidaklah paten alias bebas oleh karena itu pada tutorial membuat website ini kita akan menggunakan model direktori yang berbeda, dimana direktori ini terdiri dari folder assets, admin, dan template.

Ket :

Folder assets : untuk meletakkan file javascript (js), cascade style sheet (css), font, atau gambar yang akan digunakan untuk mempercantik tampilan.

Folder admin : ini adalah halaman yang akan kita gunakan sebagai halaman admin.

Folder template : untuk meletakkan template website kita agar terpisah dengan halaman admin.

Nah selanjutnya silahkan buat sebuah folder baru dengan nama “website” di htdocs, kemudian buatlah folder assets, admin dan template lalu pada setiap folder isi dengan file “index.php” . jadi kira-kira struktur seperti berikut :



pada dokument “main” atau sejajar dengan file index.php paling luar dan buatlah file functions.php, loader.php, config.php. jadi di direktori website terdapat folder assets, admin, template, file index.php, config.php, loader.php dan functions.php.

ket :

index.php : siapa sih yang tidak tau index, index.php adalah file yang pertama kali akan di cari oleh mesin saat kita mengetikan alamat website kita, setelah file ini ketemu maka terserah kita mau mengalihkannya kemana.

Kodenya sebagai berikut :

<?php // definisi variable constant "ACCESS" untuk hindari akses langsung // pada file file tertentu. define('ACCESS','OPEN'); // file loader.php if (!file_exists(dirname(__FILE__).'/loader.php')) { die('File Loader Tidak ada'); } // sisipkan file loader.php include dirname(__FILE__) . '/loader.php'; ?>


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php

// definisi variable constant "ACCESS" untuk hindari akses langsung
// pada file file tertentu.
define('ACCESS','OPEN');

// file loader.php
if (!file_exists(dirname(__FILE__).'/loader.php')) { die('File Loader Tidak ada'); }
// sisipkan file loader.php
include dirname(__FILE__) . '/loader.php';
?>




config.php : ini adalah file yang kita gunakan untuk meletakkan informasi untuk koneksi dengan database. Karena kita belum membuat databasenya silahkan buka localhost/phpmyadmin kalian sebelumnya pastikan xampp kalian sudah berjalan (running) lalu buatlah database dengan nama “membuat_website” dan untuk table-tablenya bisa dilihat di artikel cara membuat website bagian merancang database.

Dan untuk kode yang ada di file config.php adalah sebagai berikut :

<?php // hindari akses langsung ke file ini if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } /** * Information to Connecting Database */ $dbhost = 'localhost'; $dbuser = 'root'; $dbpass = ''; $dbname = 'website'; // bisa diganti sesuai alamat direktori website atau domainnya $domain = 'http://localhost/website'; // definisi main direktori define('ABSPATH', dirname(__FILE__) . '/'); ?>


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
<?php
// hindari akses langsung ke file ini
if (!defined('ACCESS')) {
die('System Cannot Running');
}
/**
* Information to Connecting Database
*/
$dbhost = 'localhost';
$dbuser = 'root';
$dbpass = '';
$dbname = 'website';

// bisa diganti sesuai alamat direktori website atau domainnya
$domain = 'http://localhost/website';

// definisi main direktori
define('ABSPATH', dirname(__FILE__) . '/');
?>


*revisi bagian $dbname, semula $dbname = ‘test’, diganti dengan $dbname = ‘website’

loader.php : ini adalah yang akan kita gunakan sebagai file yang memanagement perpindahan halaman sekaligus pemanggil file-file php penting lain. Sementara isi loader.php dengan skrip berikut:

<?php // hindari akses langsung ke file ini if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } // memulai session session_start(); if (!file_exists(dirname(__FILE__).'/config.php')) { die('File config.php Tidak ada'); } // menyisipkan file config require dirname(__FILE__).'/config.php'; /** * Definisi direktori */ define('ADMIN', ABSPATH . 'admin/'); define('TPL', ABSPATH . 'template/'); // koneksi ke database dengan mysqli $db = new mysqli($dbhost,$dbuser,$dbpass,$dbname); // cek koneksi, jika terjadi maka sistem akan dihentikan. if ($db->connect_error) { die($db->connect_error); } /** * Management Template * @var [$_GET] */ $post = (isset($_GET['p'])) ? $_GET['p'] : false; $cat = (isset($_GET['cat'])) ? $_GET['cat'] : false; if (is_int($post) && $post) { // untuk membaca artikel require TPL . 'posts.php'; } else if (is_int($cat) && $cat) { // menampilakan list categori require TPL . 'categories.php'; } else { // menampilkan halaman depan require TPL . 'index.php'; } ?>


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
<?php
// hindari akses langsung ke file ini
if (!defined('ACCESS')) {
die('System Cannot Running');
}

// memulai session
session_start();

if (!file_exists(dirname(__FILE__).'/config.php')) {
die('File config.php Tidak ada');
}

// menyisipkan file config
require dirname(__FILE__).'/config.php';

/**
* Definisi direktori
*/
define('ADMIN', ABSPATH . 'admin/');
define('TPL', ABSPATH . 'template/');

// koneksi ke database dengan mysqli
$db = new mysqli($dbhost,$dbuser,$dbpass,$dbname);

// cek koneksi, jika terjadi maka sistem akan dihentikan.
if ($db->connect_error) {
die($db->connect_error);
}

/**
* Management Template
* @var [$_GET]
*/
$post = (isset($_GET['p'])) ? $_GET['p'] : false;
$cat = (isset($_GET['cat'])) ? $_GET['cat'] : false;

if (is_int($post) && $post) { // untuk membaca artikel
require TPL . 'posts.php';

} else if (is_int($cat) && $cat) { // menampilakan list categori
require TPL . 'categories.php';

} else { // menampilkan halaman depan
require TPL . 'index.php';
}
?>


functions.php : adalah file yang akan menampung function-function php yang akan dibuat nantinya, seperti pada artikel tutorial php file upload. Sementara kosongkan dulu.

Selanjutnya buat beberapa file php di folder template, header.php, footer.php, posts.php, dan categories.php lalu isi dengan kode-kode berikut, sesuai filenya ya.

<?php // copy ke template/index.php require 'header.php';?> <h1>Welcome</h1> <?php require 'footer.php';?> ---------------------------------- <?php // copy ke template/header.php // hindari akses langsung ke file ini if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } ?> <html> <head> <title>Cara Membuat Website</title> </head> <body> ----------------------------------- <?php // copy ke template/posts.php require 'header.php';?> <h1>Posting</h1> <?php require 'footer.php';?> ----------------------------------- <?php // copy ke template/footer.php // hindari akses langsung ke file ini if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } ?> </body> </html> ---------------------------------- <?php // copy ke template/categories.php require 'header.php';?> <h1>Category</h1> <?php require 'footer.php';?>


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
<?php
// copy ke template/index.php
require 'header.php';?>
<h1>Welcome</h1>
<?php require 'footer.php';?>
----------------------------------
<?php
// copy ke template/header.php
// hindari akses langsung ke file ini
if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } ?>

<html>
<head>
<title>Cara Membuat Website</title>
</head>
<body>
-----------------------------------
<?php
// copy ke template/posts.php
require 'header.php';?>
<h1>Posting</h1>
<?php require 'footer.php';?>
-----------------------------------
<?php
// copy ke template/footer.php
// hindari akses langsung ke file ini
if (!defined('ACCESS')) { die('System Cannot Running'); } ?>


</body>
</html>
----------------------------------
<?php
// copy ke template/categories.php
require 'header.php';?>
<h1>Category</h1>
<?php require 'footer.php';?>
Nah persiapan kita dalam membuat website bisa kita katakan cukup dan sekarang kita akses webiste kita dengan membuat alamat http://localhost/website, harusnya disana akan muncul “welcome” sebagai halaman pertama yang sudah kita buat di folder template tadi. Nah sekian dulu tutorial php tentang cara membuat website

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More