Business

Kamis, 22 Mei 2014

Cara Instal Aplikasi Dapodikdas dan Dapodikmen di Dalam Satu Komputer

 bagi kawan-kawan saya yang menjadi peran dan fungsi sebagai operator sekolah di dua tempat yaitu operator Dapodikdas dan Operator Dapodikmen yang termasuk di dalam hal ini adalah saya sendiri yang bertugas sebagai operator dapodikdas dan operator dapodikmen. Semenjak berhasilnya program aplikasi Dapodikdas sebagai sistem pendataan untuk pendidikan dasar, maka pada periode kedua muncullah sebuah aplikasi pendataans sejenis yang diberi nama Dapodikmen, dari segi fitur dan tujuan penggunaan aplikasi ini nyaris sama dengan pendahulunya yaitu Dapodikdas, adapun perbedaan hanya tipis sekali. 

         Meskipun sama akan tetapi kedua aplikasi ini menurut tim pengembangnya tidak bisa di instal di tempat yang sama dengan alasan akan menimbulkan bentrok antara port.  jika sudah ada aplikasi menggunakan port yang sama. Sehingga dari pihak tim pengembang aplikasi dapodikmen tidak menganjurkan untuk menginstal aplikasi dapodikmen jika di komputer tersebut sudah terinstal aplikasi Dapodikdas. 
       Akan tetapi disini tim pengembang memberikan solusi agar tidak terjadi bentrok Port antara aplikasi Dapodikdas dan Aplikasi Dapodikmen maka kita bisa menggunakan 2 cara yaitu membuat duall booting atau menggunakan teknologi virtualisasi. Tapi sebelum kita memilih di antara keduanya, maka kita juga harus tahu apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknologi ini sehingga kita bisa tepat memilih mana yang terbaik. Berikut ini saya mencoba memberikan rangkuman dari berbagai sumber mengenai kelebihan dari duall booting dan virtualisasi. 
Dual-booting adalah teknik menginstal dua atau lebih OS pada satu komputer, di mana masing-masing OS terinstal dan berjalan secara mandiri, dan Anda hanya dapat menggunakan salah satu OS saja pada satu waktu. Anda harus memilih akan menggunakan OS yang mana pada saat menghidupkan komputer contohnya adalah Windows 8 dan Windows 7
Kelebihan
  •  Secara umum lebih cepat, karena masing-masing OS berjalan secara mandiri.
  •  Sumberdaya hardware pada komputer dapat dimanfaatkan dengan sepenuhnya oleh sang OS.
  •  Kedua OS dapat bertukar data dengan mudah, asalkan saling mendukung format sistem file pada harddisk.
  •  Ideal untuk penggunaan sehari-hari, yang membutuhkan performa penuh komputer.
Kekurangan
  •     Hanya dapat menjalankan salah satu OS saja pada satu waktu.
  •     Perlu me-restart komputer jika ingin berpindah dari satu OS ke OS yang lain.
  •   Prosedur instalasi dan konfigurasi untuk dual-booting cukup rumit dan beresiko tinggi     (kehilangan data), terutama pada saat partisi harddisk.
Sementara itu 
Virtual Box

Virtualisasi adalah menginstal dan menjalankan suatu OS di atas OS lain sebagai host, yaitu dengan menggunakan program berjenis mesin virtual (virtual machine). Contoh program aplikasi mesin virtual yang gratis adalah VirtualBox. Jadi dengan mesin virtual ini Anda dapat menjalankan suatu OS, katakanlah Linux pada OS lain, misalnya Windows. Dengan virtualisasi ini, maka Anda seolah-olah mempunyai sebuah komputer lain di dalam komputer Anda, dan Anda dapat menjalankan beberapa OS sekaligus dalam satu waktu.

Kelebihan
  • Dapat menjalankan beberapa OS sekaligus dalam satu waktu (asal spesifikasi komputer mencukupi).
  • Hanya perlu menjalankan program untuk menjalankan atau mengakhiri suatu OS, tidak perlu me-restart komputer.
  • Kerusakan pada OS yang divirtualisasikan tidak akan berpengaruh apapun pada OS yang menjadi host (yang menjalankannya).
  • Prosedur instalasi OS menjadi mudah, tanpa harus bingung dengan hal-hal teknis seperti partisi harddisk.
  • Ideal untuk sekedar mengetes suatu OS, atau sekedar menjalankan suatu program yang tidak dapat berjalan pada OS host (misalnya hendak menjalankan Microsoft Office atau CorelDRAW pada Linux).

Kekurangan
  • Secara umum lebih lambat, karena harus berbagi sumberdaya prosesor dan memori dengan OS host.
  • Tidak dapat menggunakan secara penuh hardware pada komputer, karena hardware yang digunakan oleh sang OS virtual pun sifatnya juga virtual (tidak memakai hardware komputer yang sesungguhnya).
  • Sharing file antara host dengan OS yang divirtualisasikan tidak dapat dilakukan secara langsung, perlu beberapa konfigurasi.
    Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan cara dual-booting dan virtualisasi. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan Anda, apakah Anda hendak menggunakan cara dual-boot atau virtualisasi. Jika ingin penggunaan penuh, gunakan dual-booting. Namun jika hanya digunakan sekali-kali atau hanya mengetes, lebih baik gunakan virtualisasi, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk kasus di atas saya pribadi menggunakan teknik dual booting untuk menjalankan aplikasi itu yaitu windows 8 Pro untuk Dapodikmen dan Windows 7 Ultimate untuk aplikasi Dapodikdas dan alhamdulillah tidak ada masalah yang di temui. Aplikasi dapat berjalan dengan baik dan yang terpenting saya tidak perlu repot-repot membawa dua buah laptop kemana-mana karena berat.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More